Minggu, 02 Desember 2012

Teori Vilfredo Pareto




Vilfredo Pareto dikenal sebagai pendukung paradigma fungsionalisme, karir sosiologinya menanjak setelah dia menawarkan model masyarakat berkeseimbangan yang sangat mempengaruhi tokoh fungsionalisme modern Talcot Parsons. Pareto mewarisi tradisi positivisme, dimana sosiologi harus masuk dalam disiplin empirisme lewat metode logika eksperimental dengan penyelidikan yang didasarkan pada pengalaman dan pengamatan. Pareto percaya bahwa masyarakat alami adalah masyarakat yang berkeseimbangan dan dinamis. Berbeda dengan Comte dan Spencer yang melihat masyarakat berevolusi secara linear, menurut Pareto evolusi masyarakat lebih unilinear. Vifredo Pareto telah membuat teori dalam yang dianggap sebagai eksperimental sosial. Sosiologinya didasarkan pada eksperimen tehadap tindakan-tindakan, eksperimen terhadap fakta-fakta, dan rumus-rumus matematis. Dalil-dalil yang umum, kata Pareto hendaknya dibentuk atas dasar metode induksi. Menurut dia, masyarakat merupakan sistem kekuatan yang seimbang dan keseimbangan tersebut tergantung pada ciri-ciri tingkah laku dan tindakan-tindakan manusia tergantung dari keinginan-keinginan serta dorongan-dorongan dalam dirinya.
Seorang teoritikus, Vilfredo Pareto mengemukakan konsep-konsep baru yang terkenal dengan teori “Circulation of the Elites” yaitu kelompok kecil dari orang-orang elit dalam sebuah komunitas ternyata memiliki pengaruh besar pada sebagian besar populasi. Sedangkan mempelajari apa yang disebut “sirkulasi elit” dalam sistem politik, memprediksi kekuatan yang mungkin bergeser dari satu kelompok kecil yang lain, tetapi kehidupan masyarakat akan tetap sama. Ia juga mengemukakan konsep "Pareto Optimum" membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Konsep "Circulation of the Elites" digunakan untuk memperbaharui konsep Marxisme yang mengagungkan kekuatan masyarakat.
Vilfredo Pareto (1848-1923) dalam bukunya The Mind and Society mencoba menyangkal Marxisme dengan jalan mengakui eksistensi dari kelas penguasa (the ruling class) atau kelompok elit. Dia memberikan alasan sebagai berikut: kaum elit tidak perlu mendapatkan posisinya berkat supremasi ekonomisnya, dan bahwa perubahan sosial dan perubahan politik akan terjadi oleh adanya sirkulasi dari kaum elitnya yang tidak perlu didukung oleh faktor-faktor ekonomi. Elit politik adalah suatu kaum minoritas (oligarki) yang selalu aktif dalam kelompok, sedangkan kaum mayoritas cenderung tidak aktif. Dalam hal ini jelas terdapat batas dan pembagian antara yang berkuasa dan yang dikuasai, antara minoritas politik dan mayoritas politik. Menekankan bahwa komposisi kelas berkuasa atau elit politik itu dapat berubah pada suatu periode waktu, yaitu melalui perekrutan anggota-anggota dari non-elit, atau dengan jalan melaksanakan pembentukan elit-tandingan. Suatu proses yang disebut oleh Pareto sebagai “sirkulasi elit” dan dia menyatakan bahwa hubungan antara minoritas dan mayoritas pada  pokoknya adalah serupa dalam masyarakat.       
Dalam bidang kekuasaan politik, teori yang dimaksud dapat disebut ideologi penguasa atau ideologi elite. Bagi ahli teori elite, seperti ahli sosiologi klasik Vilfredo Pareto, penggunaan kekuasaan sebagian besar tergantung kepada kemampuan elite untuk membentuk suatu ideologi yang dapat memanipulasi massa. Menurut Pareto, teori liberal mengenai  demokrasi parlementer memberi gambaran tentang bentuk ideologi yang menjadi kedok dari dominasi elite. Pareto, seorang liberal yang dikecewakan dan kemudian menjadi pendukung Mussolini mungkin agak sinis, tetapi pernyataan bahwa demokrsi parlementer dalam kenyataannya menjadi kedok dari peranan kelompok elite, mengundang perhatian yang serius. Tidaklah luar biasa jika terdengar bahwa anggota parlemen menyatakan karena mereka adalah wakil rakyat yang dipilih secara demokratis, mereka tidak harus bertanggung jawab terhadap anggota-anggota partainya atau terhadap siapapun. Pemilihan secara demokratis mengabsahkan kekuasaan politikus. Baik dari pandangan elite maupun konsensus, pemilihan melimpahkan kekuasaan kepada orang yang terpilih. Jika menurut teoritis konsensus kekuasaan kepada orang yang terpilih. Jika menurut teoritis konsensus kekuasaan ini cenderung dipergunakan untuk kesejahteraan umum, maka menurut teoritisi elite kekuasaan dipergunakan semata-mata unntuk kepentingan kaum elite. Menurut Pareto, beberapa partai yang bersaing dalam memperebutkan kedudukan dalam parlemen sebenarnya tidaklah menggambarkan beberapa elite yang bersaing, tetapi lebih merupakan bermacam-macam wajah dari elite yang tunggal yaitu elite penguasa. Para elit penguasa tersebut tentunya tergabung dalam sebuah organisasi yang membutuhkan kerjasama antar penguasa elit. Berdasarkan pada teori yang dikembangkan oleh Vilvredo Pareto dan C.I. Barnandrd, semua hubungan organisasi manusia didasarkan pada suatu penghargaan seperti kerjasama dalam sistem sosial. Beberpa pengamatan atau bahkan penelitian terhadap mesin dan teknologi yang sebenarnya merupkan bagian dari sistem sosial merupakan hal yang banyak terjadi dalam suatu organisasi. Itulah teori-teori yang disampaikan oleh salah satu tokoh sosiologi klasik, Vilfredo Pareto.

Di susun Oleh Nina Althafunnisa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar